Forest•Farm•Ocean
Kembali ke Indeks Warta Lapangan
Verified Dispatch
Kedaulatan Pangan & Benih Lokal5 min read•26 Agustus 2026•Lombok Utara

Sekolah Lapang Pertanian Organik di Desa Pendua

“Perkumpulan YLKMP NTB bekerja sama dengan Yayasan Penabulu menggelar Pelatihan Diversifikasi Tanaman dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Organik pada 24–25 Agustus 2026 di Sekolah Lapang Dusun Sentul, Desa Pendua, Lombok Utara. Diikuti 28 perwakilan petani dari Lumbung Pangan Desa "Tanak Umbara Berkah", P3A, Gapoktan, Poktan, hingga KWT, inisiatif ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal, menerapkan pola tanam adaptif iklim, menekan food loss, serta membangun sistem pangan rendah karbon.”

TR

Tim Redaksi YLKMP

Kontributor & Staf Lapangan

Field CollaborationPerkumpulan YLKMP North Lombok
Sekolah Lapang Pertanian Organik di Desa Pendua
Dokumentasi Lapangan • Perkumpulan YLKMP North LombokRef: 36
Upaya memperkuat resiliensi komunitas pedesaan menghadapi dinamika iklim terus digulirkan di bumi Lombok Utara. Pada Senin hingga Selasa, 24–25 Agustus 2026, Perkumpulan Yaksa Lumbung Kemanusiaan Masyarakat Pedesaan (YLKMP) NTB berkolaborasi dengan Yayasan Penabulu menggelar Pelatihan Diversifikasi Tanaman dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Organik. Rangkaian kegiatan yang terintegrasi ini dipusatkan langsung di Sekolah Lapang Dusun Sentul, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan.
Sekolah Lapang Pertanian Organik di Desa Pendua
Inisiatif pembelajaran partisipatif ini melibatkan 28 pegiat pertanian akar rumput dari beragam simpul kelembagaan desa. Para peserta merepresentasikan unsur pengelola Lumbung Pangan Desa “Tanak Umbara Berkah”, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), hingga Kelompok Wanita Tani (KWT). Keterlibatan lintas unsur ini menjadi bukti komitmen bersama dalam merajut keberlanjutan rantai pangan desa dari hulu ke hilir.
Dalam pengantar pembukaannya, Direktur YLKMP menegaskan bahwa agenda dua hari tersebut bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah strategis penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal melalui penerapan pola tanam adaptif perubahan iklim, diversifikasi pangan, serta pengurangan susut pangan (food loss). Langkah-langkah konkrit ini ditujukan untuk membangun ekosistem sistem pangan rendah karbon yang berdaya tahan tinggi di tingkat tapak.
Fokus pembelajaran pada hari kedua diperdalam dengan materi PHT Organik sebagai respons kritis atas ketergantungan pestisida kimia. Direktur YLKMP menyoroti bahwa aplikasi bahan kimia sintetis secara terus-menerus terbukti membawa dampak buruk yang luas dan sistemik. Karena itu, pelatihan diarahkan untuk membedah komparasi nyata dampak serta manfaat pestisida kimia versus pestisida organik terhadap tanaman sasaran, dinamika hama, kesehatan lingkungan, hingga keselamatan konsumen dan produsen itu sendiri.
Antusiasme peserta tampak mengalir sejak sesi teori di pagi hari hingga berlanjut ke simulasi praktik lapangan menjelang petang. Pada hari pertama, sesi eksplorasi diversifikasi tanaman dipandu langsung oleh Koordinator PPL Kecamatan Kayangan, Lalu Kusma Wira Pribadi P. Peserta diajak memetakan kembali keanekaragaman komoditas yang mampu menopang kestabilan gizi keluarga sekaligus memperkuat struktur kebun serta ladang tani.
Memasuki hari kedua, pendalaman materi PHT Organik dipandu oleh Koordinator POPT PHP Kabupaten Lombok Utara, Lalu Taufik Rahman. Beliau memaparkan prinsip keseimbangan agroekosistem dan bagaimana musuh alami hama dapat tetap lestari apabila ekosistem pertanian dijaga secara alami. Diskusi berkembang dinamis seputar gejala serangan hama di lapangan serta solusi penanganan biologis yang tidak mematikan unsur hara tanah.
Sepanjang pelatihan, pendekatan andragogi atau pendidikan orang dewasa diterapkan secara konsisten. Format dialog horizontal ini membuka ruang tukar gagasan yang cair, menempatkan pengalaman empiris petani setara dengan kajian teknis narasumber. Hasilnya, pemahaman warga terasah dalam mengidentifikasi potensi vegetasi lokal sekitar yang melimpah untuk diolah menggunakan teknologi tepat guna menjadi pestisida nabati bermutu.
Formula pestisida nabati yang dipelajari dirancang aplikatif agar mudah direplikasi secara mandiri oleh warga, baik untuk pekarangan rumah tangga maupun hamparan lahan pertanian produktif. Kemudahan akses bahan baku lokal ini memangkas ketergantungan petani terhadap input pertanian eksternal yang kian mahal dan fluktuatif di pasaran.
Lalu Taufik Rahman menggarisbawahi bahwa pergeseran menuju pestisida organik membawa efek domino yang sangat positif bagi kemandirian pangan desa. Menurutnya, pemanfaatan bahan organik secara signifikan memangkas biaya operasional budidaya tani, sekaligus memulihkan kualitas tanah dan air. Dalam jangka panjang, pilihan ini berkontribusi langsung pada pemulihan keanekaragaman hayati dan perlindungan kesehatan warga pedesaan dari risiko paparan racun kimiawi.
Sesi praktik langsung di Sekolah Lapang Dusun Sentul menjadi penutup yang mengunci seluruh rangkaian kegiatan. Menjelaskan urgensi porsi praktik yang dominan, Direktur YLKMP menegaskan bahwa aksi langsung di lapangan merupakan instrumen terpenting untuk menguji dan memvalidasi materi teoritis. Melalui praktik pembuatan dan aplikasi langsung, peserta tidak hanya pulang membawa wawasan konseptual, melainkan membawa keterampilan nyata dan produk siap pakai untuk dipraktikkan di lahan masing-masing.
Institutional Field Record

Publikasi ini dikelola dalam arsip kelembagaan Perkumpulan Yaksa Lumbung Kemanusiaan Masyarakat Pedesaan (Perkumpulan YLKMP). Seluruh dokumentasi fotografi, riset aksi partisipatif, dan rekam sejarah lisan didokumentasikan dengan persetujuan masyarakat.

Related Topics & Keywords
#Kedaulatan Pangan & Benih Lokal#Lombok Utara#YLKMP